Asia Pusat Pertumbuhan Industri Pesawat Terbang

Hingga 2029 Asia menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri pesawat terbang. Airbus Global Market Forecast (GMF) mengemukakan hal itu dalam paparan prediksinya terkait hal tersebut.

Menurut GMF kemudian, setidaknya ada 26.000 pesawat penumpang dan barang senilai 3,2 juta dollar AS yang menjadi kebutuhan.  Pasar Asia, lalu, menjadi pelopor penerbangan murah. Makanya, patut diduga, industri pesawat akan menyasar ke benua tersebut.

Selain soal Asia, faktor lain yang menggairahkan industri pembuatan pesawat terbang adalah  faktor pergantian pesawat lebih baru dengan model teknologi efisien ramah lingkungan, perkembangan dinamis di pasar baru, berlanjutnya liberalisasi pasar, dan pertumbuhan kapasitas di rute yang ada.

GMF memperkirakan pada 2010, sebanyak 900 pesawat baru akan dikirimkan, lebih banyak dari pada 2009. Ini menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi yaitu 4,8 persen, dibandingkan dengan 4,7 persen pada 2009. Pesawat-pesawat ini adalah pesawat lorong tunggal (single-aisle), yang merupakan target pasar untuk pesawat jenis A320.

Dari hampir 26.000 pesawat penumpang dan barang yang dibutuhkan, sekitar 25.000 adalah pesawat bernilai lebih dari 2,9 juta dollar AS. Dari pesawat baru ini, 10.000 akan menggantikan pesawat lebih tua serta kurang ramah lingkungan dan 15.000 lagi untuk mendukung pertumbuhan. Mengingat armada penumpang saat ini yang berjumlah lebih dari 14.000, armada pesawat penumpang akan berkembang menjadi sekitar 29.000 pada tahun 2029.

“Proses pemulihan pasar lebih cepat dari perkiraan dan memperkuat daya tahan sektor ini dari kemerosotan. Di samping itu, orang ingin dan perlu terbang,”  Chief Operating Officer, Customers Airbus John Leahy pada Senin (20/12/2010).

Dalam hal volume lalu lintas penumpang, rute domestik Amerika Serikat berada di posisi nomor satu di dunia dengan angka pendapatan penumpang per kilometer RPK (Revenue Passenger Kilometres) tertinggi (11,3 persen), diikuti oleh rute domestik China (8,4 persen), intra-Eropa (7,2 persen) dan rute Amerika Serikat–Eropa (5,9 persen).

Dalam hal pertumbuhan lalu lintas penumpang, negara-negara berkembang memimpin pemulihan pasar. Lalu lintas domestik India menikmati pertumbuhan tercepat (9,2 persen) dibandingkan dengan pasar utama lain dan secara keseluruhan merupakan ketiga tercepat setelah lalu lintas antara Timur Tengah dan Amerika Selatan, dan antara Afrika Utara dan China. Tujuh dari 20 lalu lintas dengan pertumbuhan tercepat menghubungkan Cina dengan bagian lain dunia.

“Maskapai penerbangan di Asia Pasifik, termasuk Cina dan India, akan mengangkut sepertiga (33 persen) dari lalu lintas penumpang pada 2029, dan kawasan itu wilayah terbesar mengungguli Eropa (25 persen) dan Amerika Utara (20 persen),” ujar  Head of Product Strategy and Market Forecast Airbus Chris Emerson.

Ukuran pesawat akan semakin besar seiring dengan kecenderungan perusahaan penerbangan memanfaatkan secara maksimal kemampuan pesawat berukuran besar menyerap pertumbuhan lalu lintas, mengurangi kepadatan bandara, menekan biaya, dan meningkatkan efisiensi ramah lingkungan (eco-efficiency).

Lalu lintas pesawat barang bahkan pulih lebih cepat (5,9 persen) dari pertumbuhan lalu lintas pesawat penumpang. Pada 2010 lalu lintas pesawat barang diharapkan melonjak mendekati 18 persen, sebelum stabil pada tingkat pertumbuhan khasnya pada akhir 2011.  Dengan peremajaan armada, ini berarti permintaan untuk sekitar 2.980 pesawat kargo, 870 di antaranya pesawat baru senilai 211 juta dollar AS.  Sementara 2.110 pesawat barang lainnya dikonversi dari pesawat penumpang.

Permintaan untuk pesawat penumpang dan pesawat barang berukuran besar (VLA) seperti A380 akan mencapai lebih dari 1.700 bernilai lebih dari 570 juta dollar AS (angka ini mewakili 18 persen berdasarkan nilai dan 7 persen berdasarkan jumlah unit). Dari jumlah ini, 1.320 di antaranya akan menghubungkan kota-kota besar yang jumlahnya semakin banyak.

Di segmen pesawat lorong ganda (twin-aisle; 250-400 penumpang), sekitar 6.240 pesawat
penumpang baru dan pesawat barang akan diserahkan kepada pembeli dalam 20 tahun
mendatang. Pesawat itu bernilai setara dengan 1.340 juta dollar AS (mewakili 42 persen berdasarkan nilai dan 24 persen berdasarkan unit). Dari jumlah tersebut, 4.330 pesawat merupakan pesawat kecil lorong ganda (small twin-aisle; 250-300 penumpang) dan sekitar 1.910 pesawat menengah lorong ganda (intermediate twin aisles; 350-400 penumpang). Segmen itu akan dipenuhi jenis pesawat A330/A340. Mulai 2013, pesawat jenis A350XWB akan mencakup semua spektrum persyaratan pasar lorong ganda.
Di segmen lorong tunggal terdapat hampir 17.000 pesawat yang bernilai 1.274 dollar AS (40 persen berdasarkan nilai atau 69 persen berdasarkan unit), yang akan diproduksi dalam 20 tahun mendatang. Angka itu lebih tinggi dari perkiraan akibat peningkatan permintaan akan pesawat lorong tunggal di Asia Pasifik, kehadiran maskapai biaya murah dan peningkatan liberalisasi rute.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s