Mendesak, Bandara Kuala Namu Beroperasi 2012

DESAKAN bebagai elemen di tengah masyarakat agar pemerintah pusat menyelesaikan pembangunan bandara pengganti Polonia yakni Bandara Kuala Namu telah berulangkali diutarakan.

Namun jadwal penyelesaian bandara itu bukan malah semakin dipercepat, tapi semakin tidak jelas. Sebagaimana desakan diutarakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara, Irfan Mutyara meminta semua jajaran terkait di daerah ini untuk sama-sama mendesak pemerintah pusat agar pengoperasian Bandara Kuala Namu pengganti Polonia Medan benar-benar terujud pada tahun 2012. Semua harus peduli dengan pembangunan Kuala Namu itu karena bandara tersebut sangat berarti untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah yang berimbas positif kepada seluruh masyarakat, tambah Ketua Kadinsu, Minggu (27/2). Hal serupa juga diutarakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Ir Riadil Akhir Lubis yang menyebutkan pemrovsu terus mendesak pemerintah pusat untuk mengucurkan dana pembangunan Kuala Namu dengan harapan bandara itu bisa beroperasi 2012.

Munculnya desakan dari berbagai elemen di tengah masyarakat itu tidak terlepas dari karena tidak jelasnya schedule penyelesaiaan pembangunan proyek bandara Kuala Namu. Ketidakpastian penyelesaian itu juga terkadang dari ucapan yang diutarakan para pejabat di media yang cenderung membuat masyarakat tidak percaya terhadap penyelesaianpembangunan proyek pembangunan Kuala Namu. Sebagaimana diutarakan Wapres Jusuf Kalla saat meninjau pembangunan bandara pengganti itu pada 21 September 2009 lalu yang memprediksi akhir 2009 pengganti Bandara Polonia itu dapat beroperasi dengan didarati pesawat Boeing 747-400 sungguh melegakan masyarakat Sumatera Utara. Munculnya pernyataan Wapres itu menjadi semacam setawar sedingin dan cukup melegakan bagi masyarakat.

Betapa tidak, karena pembangunan bandara kebanggaan masyarakat Sumatera Utara itu sempat dibayang-bayangi ketikdakpastian sehubungan adanya krisis global yang tengah melanda berbagai negara maju di dunia, termasuk dampaknya yang diperkirakan bakal menerpa Indonesia ketika itu. Sekaitan dengan pembangunan Bandara Kualanamu, termasuk pula tentang progres pembangunan jalan tol Medan – Tebing Tinggi junction Kualanamu untuk melengkapi akses pembangunan bandara internasional itu. Namun kenyataannya apa yang terjadi, jadwal penyelesaian pembangunan bandara Kuala Namun bersama jalan tol yang diidam-idamkan warga Sumut tidak pernah terealisir sebagaimana harapan semua pihak itu sampai memasuki bulan kedua Tahun 2011 ini.

Perpindahan Bandara Polonia ke Kualanamu sebenarnya sudah sejak lama menjadi idaman masyarakat di daerah ini, khususnya warga Kota Medan. Terutama dikaitkan dengan meningkatnya secara signifikan frekwensi arus lalulintas udara akhir-akhir ini yang ditandai dengan makin bertambahnya maskapai penerbangan yang membuka jalur penerbangan, baik domestik maupun internasional di Bandara Polonia Medan. Hal itu diperkuat dengan pernyataan bahwa industri penerbangan domestik di Indonesia tumbuh 500 persen dari 19 juta penumpang pada 2003 menjadi lebih dari 39 juta pada sisi revenue dalam tahun-tahun terakhir.

Bandara Polonia memang sudah sangat mendesak dipindahkan, karena mengingat posisi bandara Polonia yang berada persis di inti kota Medan serta keberadaannya yang sudah kurang refresentatif lagi dengan keterbatasannya untuk dikembangkan sebagai bandara modern yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Selain kerawanan posisi Bandara Polonia yang berada di inti kota Medan. Terutama dipandang dari sisi letaknya yang persis berada di inti kota Medan, sehingga akibat pertumbuhan bangunan tinggi di kota Medan dikhawatirkan memunculkan kerawanan dari sisi keselamatan lintas udara. Di sisi lain letak Bandara Polonia di inti kota Medan sendiri sangat menghambat perkembangan kota Medan sebagai kota metropolitan. Medan yang seharusnya tumbuh jadi Metropolitan yang pesat, kini sangat terganggu karena perpindahan ke bandara Kuala Namu tersendat-sendat di tengah ketidakpastian kapan bandara itu selesai dan siap beroperasi.

sumber: http://www.analisadaily.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s