Polonia Tak Layak Jadi Bandara Internasional

Minggu, 2 Maret 2008 | 20:13 WIB

Laporan wartawan Kompas Khaerudin

MEDAN, MINGGU – Bandar Udara Polonia Medan dinilai tak layak sebagai bandar udara internasional jika melihat kelengkapan fasilitas maupun sikap pengelolanya. Hasil survey Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) mengenai persepsi dan identifikasi kebutuhan penumpang (need assesment) terkait pelayanan dan fasilitas bandara menunjukkan hasil Bandar Udara Polonia sangat tidak layak dikategorikan sebagai bandar udara internasional.

Menurut Direktur LAPK Farid Wajdi, Bandara Polonia sesuai persepsi dan identifikasi kebutuhan penumpang masih sangat buruk tingkat pelayanan dan ketersediaan fasilitas untuk penumpang. Dari 860 responden yang disurvei, sebanyak 40,69 persen mengatakan pelayanan di Bandara Polonia belum maksimal. Sebanyak 30, 44 persen berpandangan fasilitas bandara masih minim. Sementara 20,55 persen responden memiliki persepsi atas prasarana di bandara kurang memadai. Survei juga menunjukkan adanya responden yang mempersoalkan petugas bandara sebanyak 8,31 persen.

Farid mengatakan, data-data survey tersebut merupakan hasil survey dan rekaman pengaduan konsumen yang dilakukan LAPK hingga 23 Februari lalu. Kalau melihat hasil survey ini m asih banyak hal yang harus dibenahi pengelola Bandara Polonia. Mereka harus berani bertindak tegas untuk bisa menjadikan Polonia sesuai standar kelayakan bandar internasional Hal-hal yang paling dasar sekali pun ternyata belum terlayani dengan baik. Ini terbukti dari keluhan responden soal fasilitas, sarana prasarana, hingga sikap petugas yang mereka nilai jauh dari kelayakan standar kelayakan bandara internasional, ujar Farid di Medan, Minggu (2/3).

Farid mengungkapkan, harus ada keberanian mengubah persepsi publik atas Bandara Polonia. Tetapi Farid ragu, akan ada tindakan perubahan dari dalam pengelola Bandara Polonia. Sekedar contoh saja, program pemantauan kebutuhan konsumen yang kami lakukan ternyata mendapat resistensi. Alat peraga yang kami gunakan untuk menarik perhatian publik seperti spanduk riwayatnya tak lebih dari seminggu. Petugas kami yang melakukan survey juga dihalang-halangi, katanya.

Farid mengatakan, ragam persepsi dan kebutuhan atas pelayanan yang disurvei LAPK meliputi masalah toilet atau WC umum , calo, TV monitor, kebersihan, antrian, perlengkapan keselamatan, layanan jasa taksi dan porter. Fasilitas bandara yang dikeluhkan terkait kenyamanan ruang tunggu, troli, sarana/ tempat pengaduan, sarana kesehatan/klinik, pusat informasi dan pelayanan dan lahan parkir.

Di sisi lain, berhubungan dengan prasarana bandara misalnya ketiadaan papan petunjuk arah dan lokasi, ATM, informasi jadw al penerbangan, tempat penitipan barang dan ruang menyusui bagi perempuan yang menyusui. Khusus masalah sikap petugas, responden mengeluhkan keramahan dan respon mereka yang rendah terhadap praktek pungutan liar di bandara.

Hal yang menarik lainnya terkait keluhan pengguna Bandara Polonia Medan menurut Farid adalah prasarana berupa ruang bagi perempuan untuk menyusui. Kalau bagi perokok tersedia ruang merokok, sementara untuk perempuan menyusui malah tidak ada. Padahal saat terjadi penundaan pesawat, penumpang yang menyusui anaknya serba sulit, katanya.

Administratur Bandara Polonia Yuli Sudoso mengakui, pengelola Bandara Polonia memang harus mau meningkatkan standar pelayanan terhadap konsumen. Kalau melhat kondisi sekarang ini, pengelola bandara tentu harus mau mendengarkan keluhan konsumen. Memang ada kendalanya juga, mereka mau memperbaiki sarana dan prasarana, tetapi keburu pindah ke Kuala Namu. Dari segi keselamatan pun masih ada be berapa catatan, meski masih dinilai layak untuk standar internasional, katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s